Apa itu tonsilektomi?
Tonsilektomi adalah pembedahan untuk mengangkat amandel dari bagian atas tenggorokan. Prosedur ini dilakukan untuk mengobati peradangan pada amandel, yang juga disebut radang amandel.
Pengangkatan amandel biasanya dilakukan pada anak-anak. Namun, tonsilektomi mungkin perlu dilakukan pada orang dewasa yang mengalami kondisi berikut:
- Sering sakit tenggorokan yang tidak kunjung sembuh
- Apnea tidur akibat pembengkakan amandel yang menghalangi jalan napas
- Bau mulut parah akibat kotoran pada amandel
- Kanker di area amandel
- Batu amandel kambuhan
Apa penyebab gejala tonsilitis?

Amandel membentuk bagian dari sistem imun dan memproduksi antibodi untuk melawan patogen (kuman penyebab penyakit) yang masuk ke hidung dan mulut. Radang amandel terjadi apabila amandel terinfeksi dan membesar.
Ada 3 jenis radang amandel:
- Radang amandel akut, yaitu infeksi amandel yang sesekali terjadi
- Radang amandel kambuhan, yaitu infeksi amandel yang berulang
- Radang amandel kronis, yaitu sakit tenggorokan berkepanjangan yang disertai serangan infeksi amandel yang akut
Jika terjadi infeksi atau radang amandel, tenggorokan Anda mungkin berwarna merah, dan amandel akan tertutup selaput berwarna keputihan atau kuning.
Tonsil yang membesar juga menyebabkan apnea tidur kronis atau dengkuran yang mengganggu tidur Anda.
Mengapa tonsilektomi diperlukan?
Dokter akan menyarankan tonsilektomi jika Anda mengalami kondisi berikut:
- Radang amandel sering kambuh
- Batu amandel kambuhan, yang kerap menandakan amandel kronis akibat infeksi
- Sakit pada satu sisi tenggorokan
- Apnea tidur
- Masalah pernapasan akibat radang amandel atau amandel yang membesar
- Perdarahan pada amandel
- Komplikasi radang amandel yang parah seperti abses leher atau quinsy (abses peritonsil/kantong nanah di dekat amandel)
Kelebihan dari menjalani tonsilektomi meliputi:
- Risiko infeksi tenggorokan lebih rendah
- Kebutuhan asupan obat seperti antibiotik berkurang
- Kunjungan ke dokter berkurang
- Kualitas hidup meningkat
Apa saja risiko dan komplikasi tonsilektomi?
Tonsilektomi adalah prosedur yang aman dengan tingkat komplikasi yang rendah. Namun, seperti bedah pada umumnya, prosedur ini juga memiliki risiko, di antaranya yaitu:
- Reaksi terhadap anestesi. Anda mungkin akan mengalami sedikit reaksi minor jangka pendek terhadap obat tersebut, seperti sakit kepala, mual, muntah, atau nyeri otot. Masalah serius jangka panjang jarang terjadi. Untuk anestesi umum, salah satu risikonya adalah kematian.
- Pembengkakan. Anda mungkin akan mengalami pembengkakan pada lidah dan langit-langit lunak di dalam mulut, terutama selama beberapa jam pertama setelah prosedur. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah pernapasan.
- Perdarahan selama bedah. Meski jarang terjadi, pasien bisa mengalami perdarahan hebat selama bedah sehingga membutuhkan perawatan tambahan dan rawat inap yang lebih lama.
- Perdarahan selama penyembuhan. Anda mungkin mengalami perdarahan selama proses penyembuhan, terutama jika keropeng dari luka terkelupas terlalu dini.
- Infeksi. Walaupun jarang terjadi, pembedahan dapat menyebabkan infeksi yang perlu ditangani lebih lanjut.
Apa yang perlu dipersiapkan untuk menjalani tonsilektomi?
Pengobatan tonsilitis tergantung pada penyebab dan keparahan kondisi.
Dokter akan menanyakan informasi tentang obat yang sedang Anda konsumsi, riwayat gangguan perdarahan Anda atau keluarga Anda, dan alergi obat tertentu atau reaksi simpang terhadap anestesi.
Sebelum pelaksanaan tonsilektomi, Anda akan mendapatkan petunjuk tentang cara mempersiapkan diri untuk menjalani bedah, misalnya:
- Menghentikan konsumsi obat atau mengubah dosis obat beberapa hari sebelum bedah
- Puasa setelah tengah malam sebelum jadwal bedah
- Mengatur transportasi untuk pulang
- Merencanakan masa pemulihan yang berlangsung selama minimal 10–14 hari
Sebelum operasi, Anda juga harus menjalani pemeriksaan berikut:
- Pemeriksaan gangguan tidur (polisomnografi) untuk mengatasi apnea tidur obstruktif, sumbatan jalan napas, atau kondisi terkait lainnya
- Hitung sel darah lengkap untuk mengetahui penyebab infeksi
- Tes darah tertentu
Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter akan merekomendasikan perawatan yang paling sesuai.
Seperti apa proses tonsilektomi?
Tonsilektomi biasanya dilakukan dengan menginap semalam di rumah sakit, tetapi juga dapat dijalankan secara rawat jalan.
Alasan perlunya rawat inap semalam antara lain:
- Bedah dilakukan pada pasien anak
- Apnea tidur obstruktif
- Masalah kesehatan lain yang rumit
Sebagian besar pasien menginap semalam dan pulang keesokan harinya.
Sebelum prosedur
Dokter atau staf medis lain mungkin perlu mengajukan sejumlah pertanyaan sebelum menjalankan operasi, seperti pemeriksaan identitas dan alasan bedah.
Langkah ini adalah prosedur standar untuk memastikan keselamatan pasien.
Selama prosedur
Dokter bedah akan mengangkat amandel Anda dengan memotongnya menggunakan pisau bedah atau alat bedah khusus yang menggunakan energi panas atau ultrasonografi. Tindakan ini merusak jaringan lunak dan menghentikan perdarahan.
Karena tonsilektomi dilakukan dengan anestesi umum, Anda tidak akan bangun atau mengalami nyeri selama prosedur.
Setelah prosedur
Setelah tonsilektomi, Anda mungkin mengalami:
- Sakit atau nyeri tenggorokan, yang mudah ditangani dengan obat pereda nyeri
- Nyeri telinga sesekali
- Perdarahan, yang biasanya berhubungan dengan infeksi, dalam 14 hari pertama setelah operasi
Perawatan dan pemulihan setelah tonsilektomi
Waktu pemulihan setelah tonsilektomi berbeda-beda, tetapi sebagian besar pasien pulih dan kembali ke rutinitas dan pola makan normal setelah sekitar 7–10 hari.
Orang dewasa cenderung pulih lebih lama daripada anak-anak.
Manajemen nyeri sangat penting dalam pemulihan setelah menjalani tonsilektomi. Untuk meredakan nyeri dan mendukung penyembuhan, coba langkah berikut:
- Mengurangi bicara.
- Menghindari rokok dan alkohol.
- Banyak minum agar tetap terhidrasi.
- Hanya mengonsumsi makanan cair yang mudah ditelan setelah bedah, seperti bubur atau sup. Konsumsi makanan lunak, seperti es krim, secara bertahap sebelum beralih ke makanan padat. Hindari makanan asam, pedas, keras, atau renyah yang dapat menyebabkan nyeri atau perdarahan.
- Kembali ke aktivitas normal, tetapi hindari olahraga berintensitas tinggi selama 2 minggu.
- Minum obat yang diresepkan, seperti obat pereda nyeri.
Anda dapat kembali bekerja atau bersekolah setelah:
- Kembali ke pola makan normal
- Tidur normal sepanjang malam
- Tidak lagi mengonsumsi obat pereda nyeri
Konsultasikan dengan dokter tentang kegiatan yang dapat dilakukan dan harus dihindari.