Kandung kemih merupakan salah satu bagian dari sistem saluran kencing pada manusia, yang berbentuk seperti balon namun berotot, yang terletak di dalam pinggul. Kandung kemih berfungsi untuk menyimpan dan mengeluarkan urine dari dalam tubuh setelah disaring oleh ginjal. Fungsi kandung kemih akan terganggu ketika mengalami radang kandung kemih yang disebabkan oleh infeksi atau kanker. Kanker kandung kemih pada dasarnya merupakan tumbuhnya sel menjadi jaringan tidak terkendali (tumor) di dalam lapisan kandung kemih.
Apabila kanker kandung kemih hanya terbatas pada lapisan dinding dalam kandung kemih, kondisi ini disebut kanker kandung kemih superfisial. Namun jika kanker kandung kemih menyerang dinding otot dan menyebar ke organ tubuh lainnya (termasuk paru-paru, hati, dan tulang), maka kondisi ini disebut kanker kandung kemih invasif.
Perkembangan, tahap, atau stadium dari kanker kandung kemih diindikasikan dari seberapa jauh kanker telah menyebar. Berikut adalah 5 stadium kanker kandung kemih:
Stadium 0 – kanker belum menyebar keluar dari lapisan kandung kemih
Stadium 1 – kanker telah menyebar keluar dari lapisan dalam saluran kemih, tetapi belum mencapai lapisan otot kandung kemih
Stadium 2 – Kanker telah menyebar hingga ke lapisan otot kandung kemih
Stadium 3 – Kanker telah menyebar ke jaringan di sekitar kandung kemih
Stadium 4 – Kanker telah menyebar keluar kandung kemih hingga ke area atau organ di sekitarnya
Secara umum, terdapat 3 jenis kanker kandung kemih:
Adenokarsinoma (adenocarcinoma)
Tumor tumbuh di dalam kelenjar penghasil lendir di kandung kemih. Tipe kanker ini biasanya terjadi akibat radang kandung kemih yang berkepanjangan.
Karsinoma sel skuamosa (squamous cell carcinoma)
Pada lapisan kandung kemih, terbentuk karsinoma sel skuamosa yang merupakan salah satu bentuk kanker kulit. Tipe kanker ini terjadi akibat iritasi dalam jangka waktu yang lama.
Karsinoma sel transisional atau urotelial (urothelial carcinoma)
Berkembangnya kanker pada sel urotelial pada bagian dalam kandung kemih. Ini merupakan tipe kanker kandung kemih yang paling sering terjadi.
Apa Gejala Kanker Kandung Kemih?
Gejala kanker kandung kemih mungkin saja terdeteksi sejak dini sejak mulai terasa masalah pada fungsi kandung kemih. Di bawah ini adalah potensi gejala kanker kandung kemih:
Nyeri panggul.
Sering buang air kecil atau frekuensinya menjadi lebih sering secara tiba-tiba.
Jumlah urine yang dikeluarkan menjadi sedikit dan tersendat.
Adanya rasa nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil.
Hematuria, atau mengeluarkan darah pada saat buang air kecil sehingga urine akan berwarna kemerahan atau kecokelatan. Proses ini bisa atau tanpa disertai rasa nyeri.
Kesulitan menahan buang air kecil.
Kehilangan nafsu makan yang berakibat pada penurunan berat badan.
Pembengkakan pada tungkai dan nyeri tulang.
Apa Penyebab Kanker Kandung Kemih?
Kanker kandung kemih disebabkan oleh perubahan dalam sel di kandung kemih. Perubahan ini sering terkait eksposur terhadap bahan kimia tertentu, tetapi hal ini belum diketahui secara pasti.
Apa Faktor Risiko Kanker Kandung Kemih?
Namun demikian, terdapat berbagai faktor risiko yang bisa meningkatkan kemungkinan seseorang mengidap kanker kandung kemih, di antaranya:
Terlalu banyak mengonsumsi lemak jenuh, obat pereda sakit secara berkepanjangan, atau asupan herbal tertentu dari Tiongkok.
Adanya infeksi kandung kemih kronis dan infeksi parasit tertentu (misalnya Schistosoma haematobium, sejenis parasit yang hidup di sungai dan ditemukan di banyak negara berkembang).
Merokok juga berperan dalam lebih dari 50% kasus kanker kandung kemih.
Usia, dengan mayoritas kasus yang terjadi di atas usia 70 tahun.
Gender (pria) dan ras (Kaukasia).
Memiliki riwayat kanker kandung kemih di keluarga.
Terkena paparan zat kimia tertentu secara berulang-ulang di tempat kerja, termasuk paparan bahan cat rambut dan bahan celup anilina, yang digunakan di industri tekstil dan karet.
Pernah menjalani terapi kanker lainnya, termasuk radioterapi pada area pinggul, atau kemoterapi dengan obat yang disebut siklofosfamid.
Radang kandung kemih juga ditengarai dapat menjadi pemicu kanker kandung kemih. Radang dapat disebabkan oleh berbagai penyebab, mulai dari infeksi bakteri hingga pemakaian kateter dalam waktu lama.
Apa Komplikasi Kanker Kandung Kemih?
Kanker kandung kemih umumnya terdiagnosis pada stadium lanjut. Ini menyebabkan pasien cukup sulit untuk sembuh total dan berpotensi menimbulkan komplikasi atas pengobatan kanker kandung kemih itu sendiri.
Komplikasi utama dari kanker kandung kemih berkaitan dengan potensi penyebaran ke organ sekitar, seperti kelenjar getah bening di panggul, hati, paru-paru, dan tulang. Komplikasi lainnya yang mungkin terjadi adalah:
Kurang darah atau anemia
Disfungsi seksual pada pria dan wanita
Menopause dalam kasus pengangkatan ovarium.
Infertilitas dalam kasus pengangkatan prostat (pria) atau rahim (wanita).
Buang air kecil tidak terkontrol (inkontinensia urine)
Temukan bagaimana diet seimbang mendukung pengobatan dan pemulihan kanker. Pelajari makanan apa saja yang perlu disertakan, apa saja yang perlu dihindari, dan dapatkan rekomendasi diet untuk kesehatan yang optimal.
Kisah Karen adalah perjalanan yang luar biasa dalam melawan dua jenis kanker, yang ditandai dengan ketangguhannya, dukungan yang ia terima dari orang-orang terkasih, dan para profesional medis yang berdedikasi yang ia temui di Mount Elizabeth Novena Hospital.
Transplantasi sel punca menawarkan harapan bagi individu yang berjuang melawan multiple myeloma, kanker darah yang kompleks. Pahami tingkat keberhasilannya, potensi hasil, dan banyak lagi, untuk membuat keputusan pengobatan yang tepat.
Dr Lynette Ngo, ahli onkologi medis dan direktur medis dari Mount Elizabeth Novena Centre for Genomic Health, berbagi tentang pekerjaannya dengan pasien kanker, dan pemikirannya tentang peran dan pentingnya pengujian genetik klinis.
Sebastian Ang, seorang pensiunan, merasa cemas tentang bagaimana kanker rektum akan mempengaruhi kualitas hidupnya. Dia menemukan harapan dan pemulihan dengan bantuan spesialis kolorektal Dr Chong Choon Seng dari Mount Elizabeth Hospitals.
Jamie Yeo berbagi perjalanannya yang tak terduga melalui kanker payudara mulai dari diagnosis hingga pemulihan, perspektif barunya tentang kehidupan, dan bagaimana ia menemukan perawatan dan dukungan di Gleneagles Hospital di Singapura.