Pada umumnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tahu apakah kondisi yang Anda alami adalah kista ganglion. Pada saat pemeriksaan, dokter dapat:
Menekan kista untuk memeriksa apakah ada nyeri tekan atau rasa sakit
Menyinari kista untuk melihat apakah kista berupa massa padat atau berisi cairan.
Menyedot cairan kista untuk mengonfirmasi diagnosis. Cairan kista ganglion biasanya kental dan bening atau tembus cahaya.
Bagaimana cara menangani kista ganglion?
Umumnya, kista ganglion tidak memerlukan penanganan khusus karena tidak terasa nyeri. Jika kista menimbulkan nyeri atau memengaruhi gerakan sendi, dokter dapat menyarankan:
Aspirasi, yaitu prosedur yang menggunakan jarum suntik untuk menyedot cairan dari dalam kista serta mengurangi tekanan cairan pada dinding kista. Kista dapat kambuh setelah aspirasi dan menimbulkan gejala.
Pemakaiandeker atau bidai untuk sementara waktu guna membatasi gerak, sebab gerakan berulang dapat memperbesar ukuran kista. Setelah mengecil, kista akan mengurangi tekanan pada saraf dan meredakan nyeri yang ditimbulkan. Sebaiknya jangan menggunakan deker atau bidai dalam jangka panjang karena dapat melemahkan otot.
Bedah, jika penanganan lainnya tidak efektif. Prosedur ini akan mengangkat kista beserta akarnya yang menempel ke sendi atau tendon.