Kekerdilan menggambarkan kondisi seseorang yang memiliki perawakan pendek dengan tinggi badan saat dewasa yang tidak melebihi 147 sentimeter. Kekerdilan terjadi akibat kondisi genetik atau medis.
Jenis-jenis kekerdilan
Kekerdilan dapat dibagi menjadi:
Proporsional, yaitu ukuran kecil yang proporsional antara batang tubuh dan anggota gerak (lengan dan tungkai).
Disproporsional, yaitu ukuran yang tidak proporsional antara batang tubuh dan anggota gerak (lengan dan tungkai).
Apa saja gejala kekerdilan?
Tanda dan gejala kekerdilan bergantung pada jenis kekerdilan yang dialami:
Kekerdilan disproporsional
Jenis kekerdilan disproporsional dengan ukuran anggota gerak pendek yang paling umum terjadi adalah akondroplasia, yang berkaitan dengan gejala berikut:
Pertumbuhan lebih lambat dibandingkan anak lain yang sebaya
Perkembangan satu atau lebih sistem tubuh tidak berjalan baik
Tinggi badan berada di bawah persentil ketiga pada grafik pertumbuhan anak pada umumnya
Perkembangan seksual selama masa remaja tertunda atau tidak terjadi
Kecerdasan di bawah normal
Apa penyebab kekerdilan?
Ada beberapa jenis kekerdilan. Kebanyakan kondisi terkait kekerdilan merupakan kelainan genetik, tetapi gangguan hormon juga dapat menjadi penyebabnya pada sejumlah kasus.
Akondroplasia
Akondroplasia adalah jenis kekerdilan yang paling umum dengan menyumbang sekitar 70% kasus.
Sebanyak 80% kasus akondroplasia terjadi akibat mutasi pada gen (FGFR3) dari ayah. Oleh karena itu, akondroplasia dapat terjadi meskipun orang tua memiliki tinggi badan normal. Usia ayah yang lanjut saat pembuahan merupakan faktor risiko akondroplasia.
Kekurangan hormon pertumbuhan
Kekurangan hormon pertumbuhan merupakan contoh gangguan hormon yang menyebabkan kekerdilan. Secara umum, penyebab kekurangan hormon pertumbuhan selama masa kanak-kanak tidak dapat diiidentifikasi.
Meski demikian, sejumlah kondisi diketahui memiliki kaitan dengan kekurangan hormon pertumbuhan.
Apa saja komplikasi dan penyakit terkait kekerdilan?
Komplikasi dan penyakit terkait kekerdilan sangat bergantung pada jenis kekerdilan yang dialami:
Kekerdilan disproporsional
Pada kasus kekerdilan disproporsional akibat akondroplasia, komplikasi dan penyakit yang terkait meliputi:
Stenosis tulang belakang lumbal, paling berpotensi menyebabkan disabilitas fisik dan lordosis. Tekanan pada akar saraf atau sumsum tulang belakang juga dapat menyebabkan gejala neurologi.
Tekanan pada pangkal tengkorak (foramen magnum), dapat menyebabkan kesulitan bernapas.
Infeksi telinga kronis dan kemungkinan kehilangan pendengaran.
Perkembangan kemampuan motorik yang terlambat pada bayi, seperti merangkak dan berjalan.
Subluksasi (dislokasi sebagian) siku
Kekerdilan proporsional
Banyak sindrom mendasar yang memiliki kaitan dengan kekerdilan proporsional. Sindrom yang paling umum adalah sindrom Morquio yang dapat menyebabkan:
Kornea keruh.
Cara jalan yang limbung dan kaki X.
Perubahan pada tulang, seperti penebalan tengkorak, tulang rusuk lebar, tulang metakarpal yang berbentuk seperti peluru, dan kelainan pada pinggul akibat bonggol tulang paha yang tidak mengeras menjadi tulang.
Ketidakstabilan ruas tulang C1 atau C2 pada leher, menyebabkan komplikasi tulang belakang berupa mielopati.
Dr Lim Yi-Jia, ahli bedah ortopedi dan mantan kepala dokter turnamen untuk atlet Asosiasi Tenis Wanita (WTA), berbagi kiat tentang cara melindungi anak-anak Anda yang berolahraga dari cedera.
Anak Anda mungkin memiliki telapak kaki datar saat balita, tetapi seiring pertumbuhannya, kaki mereka seharusnya memiliki lengkungan yang normal. Jika hal ini tidak terjadi, apa yang harus Anda lakukan?
Kecelakaan dan cedera pada masa kanak-kanak merupakan bagian dari pertumbuhan anak, namun berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua untuk meminimalkannya.